[Review] The Walking Dead: Menavigasi Kehidupan Pasca Runtuhnya Tatanan

Apa yang terjadi ketika dunia beserta semua tatanan di dalamnya yang kita terima sebagai sebuah kenyataan kodrati berhenti? Kita pernah mengalami sedikit dari skenario ini pada kurun 2020-2021 lalu ketika dunia dilanda pandemi COVID-19. Hiruk pikuk aktivitas manusia dipaksa untuk mengambil jeda sebagai konsekuensi atas langkah yang ditempuh untuk memutus penyebarluasan virus penyebab penyakit ini yang menyebar melalui udara. Dunia memang tidak sepenuhnya berhenti. Karena rasanya sebuah sandungan saja tidak akan cukup untuk menghentikan laju peradaban manusia yang semakin kreatif dalam mengakumulasi kekayaan sejak Revolusi Industri, dan semakin terhubung dalam sebuah kampung global sejak perkembangan berbagai moda transportasi dan terutama Revolusi Teknologi Informasi. Jadi meski bandara, stasiun, terminal dan pelabuhan mengalami penurunan aktivitas secara drastis, manusia tetap mengupayakan kehidupan tetap berjalan seperti sebelum datangnya wabah.

Sumber: https://movizark.com/2022/09/29/the-walking-dead-new-trailer-teases-the-final-episodes-check-it-out/
Continue reading “[Review] The Walking Dead: Menavigasi Kehidupan Pasca Runtuhnya Tatanan”

UUD 1945 Versi Mahkamah Konstitusi: Law of the Land dan Justifikasi Amandemen

Beberapa hari lalu ada pertanyaan dari calon klien mengenai status keberlakuan sebuah undang-undang yang beberapa bulan lalu diuji materi oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Yang bersangkutan merasa perlu menanyakan ini karena undang-undang yang dimaksud sangat terkait dengan aktivitas entitas tempatnya bernaung di Indonesia. Pertanyaan ini terus menggelayut di kepala saya selepas pertemuan itu. Bukan soal substansi pertanyaannya, namun pada sejauh mana orang awam memahami kedudukan MK, putusan pengujian materiel yang dihasilkan, dan terutama penafsiran atas Pasal-Pasal dalam UUD 1945 yang menjadi acuan sebuah pengujian materiel undang-undang. Singkatnya, poin yang terakhir berarti sejauh mana orang awam, yang tidak mengeyam pendidikan tinggi hukum, mengetahui hukum yang berlaku (law of the land).

Sebagai seseorang dengan kualifikasi pendidikan tinggi hukum dan berkarir secara profesional sebagai praktisi dan peneliti hukum, tentu ini bukan perkara sulit. Jikapun saya tidak mengetahui secara spesifik sebuah isu hukum yang sudah pernah diberikan penafsiran oleh MK, mudah bagi saya untuk melakukan penelusuran dan memahaminya. Tapi bukankah UUD 1945 tidak hanya untuk mereka yang mengerti hukum? Sebagai kontrak sosial yang menjadi legitimasi berdirinya sebuah negara konstitusional bernama Republik Indonesia, UUD 1945 berlaku untuk semua. Terlebih dalam tradisi hukum sipil/Eropa Kontinental, yang kita anut sebagai ex-koloni Belanda, yang sangat kental dengan ciri hukum tertulis-nya dimana semua orang dianggap mengetahui hukum (UUD, Undang-undang, dan semua peraturan teknis dibawahnya) dengan asas fiksi hukum (publisitas) itu. Presumptio iures di iure, semua orang dianggap tahu hukum ketika ia diundangkan. Begitu bunyi adagium latin yang menjadi sandaran asas ini. Sederhananya Anda tidak akan pernah bisa mengelak ketika, misalnya, ditilang polisi dengan dalih “maaf Pak/Bu saya gak tau kalau itu dilarang”.

Continue reading “UUD 1945 Versi Mahkamah Konstitusi: Law of the Land dan Justifikasi Amandemen”

[Review] The Young Pope: Perjalanan Pope of Love Yang Menggelitik dan Blasphemous  

Resensi miniseri Young Pope. Sebuah miniseri yang menyuguhkan satir seputar Gereja Katolik dan Vatikan. Diperankan oleh Jude Law sebagai Lenny Belardo/Paus Pius XIII

Lenny Belardo/Paus Pius XIII dengan Papal Tiara

Sebagai salah satu lembaga tertua (telah berdiri kurang lebih sekitar 2000-an tahun) yang masih kokoh berdiri saat ini, Vatikan dan Gereja Katolik serta semua yang menyertainya: tradisi, sejarah, kelembagaan dan semua misteri di sekitarnya selalu menarik perhatian banyak orang. Meski bukan seorang Katolik, saya termasuk salah satu yang kerap penasaran dengan insitusi ini. Sebagai seorang yang pernah mengenyam pendidikan hukum ketatanegaraan, selalu ada pertanyaan random yang muncul di kepala saya: “Bagaimana status kewarganegaraan seorang kardinal jika dia terpilih sebagai Paus dalam Conclave, proses pemilihan Paus yang tertutup dan misterius itu?”, “Bagaimana relasi kedutaan Vatikan yang tersebar di berbagai negara dengan badan hukum Gereja Katolik yang ada di negara tersebut?”, “Bagaimana loyalitas seorang presiden dan pejabat publik lainnya yang kebetulan juga seorang Katolik di sebuah negara, apakah Paus dapat mempengaruhi pilihan kebijakan publiknya?”. Pertanyaan terakhir ini sangat menarik dalam konteks Amerika Serikat yang 6 dari 9 Hakim Agung-nya terdaftar sebagai Katolik (atau 7 jika memperhitungkan Justice Gorsuch yang dibesarkan sebagai Katolik dan melakukan konversi ke Protestanisme di usia dewasa). Dan banyak pertanyaan trivial lain yang cukup membuat saya menghabiskan waktu melakukan penelusuran dari satu laman wikipedia ke laman lainnya, laman resmi negara kota Vatikan, sampai artikel-artikel ilmiah yang membahas ini.

Continue reading “[Review] The Young Pope: Perjalanan Pope of Love Yang Menggelitik dan Blasphemous  “

Uji Nyali Penerbangan Perintis

Berpose di depan Cessna dengan dengkul masih bergetar selepas mendarat (Dok. pribadi)

Akhir tahun 2017 yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Dataran Tinggi Seko di Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Meski secara administratif berada di Provinsi Sulawesi Selatan, secara geografis Seko berada persis di perbatasan dengan Sulawesi Tengah. Lokasinya nyaris persis berada di tengah pulau Sulawesi. Kontak saya di Palopo, Kota dengan akses terdekat ke Seko, memberi saya dua opsi untuk menuju ke Seko: perjalanan darat dengan menggunakan “ojek” yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk melalui jalur offroad yang mendaki menembus hutan dan sungai selama 2-3 hari perjalanan atau menggunakan penerbangan perintis (Susi Air) selama kurang lebih 30 menit dengan kemungkinan tidak bisa mendarat kalau cuaca tidak memungkinkan. Memilih perjalanan antara 2-3 hari atau 30 menit harusnya harusnya bukan hal yang pelik. Namun pengalaman sekali mencoba penerbangan perintis tahun 2014 membuat saya berfikir dua kali untuk memilih opsi penerbangan perintis. Apalagi kontak saya Palopo menegaskan penerbangan ke Seko sangat bergantung dengan kondisi cuaca. Jadinya saya memilih perjalanan darat yang mungkin bakal jadi satu cerita sendiri (Sebagai informasi “ojek” ke Seko dikenal sebagai layanan ojek termahal se-Indonesia. Tarif yang saya bayar pulang pergi Palopo-Seko mencapai total Rp 3 Juta).

Continue reading “Uji Nyali Penerbangan Perintis”

Ampana Pintu Masuk ke Togean

(Dok. Pribadi)

Sekitar bulan Februari 2018 lalu saya melakukan perjalanan (business trip) ke Ampana, sebuah kota pelabuhan yang berada di pesisir teluk Tomini dan merupakan ibu kota kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah. Kota ini lebih dikenal sebagai salah satu area transit terdekat menuju ke Kepulauan Togean, sebuah kawasan taman nasional laut yang belakangan semakin dikenal sebagai tempat yang sangat indah untuk aktivitas diving dan snorkeling. Silahkan google sendiri Kepulauan Togean, karena sayangnya saya tidak melipir ke Togean meski sudah selemparan batu saja dari Ampana. Ya, mau gimana lagi, ini kan business trip yang didanai kantor bukan wisata dimana saya bisa bebas menentukan mau pergi kemana kan hehe.

Continue reading “Ampana Pintu Masuk ke Togean”

ChaletOS: Solusi Kebuntuan Laptop Jadul Dari Ubuntu

1
User Interface ChaletOS


Sebetulnya udah lama banget pengen nulis tentang Linux dan terutama Ubuntu. Ada kali udah niat nulis ini sejak 10 tahun lalu..hahahahaha. Ada kenangan yang sangat personal setiap gw dengan bangga dan berbusa-busa cerita soal kerennya Linux dan Ubuntu ke orang-orang (yang sial banget harus denger gw ngomong wkwkwkw). Awalnya pas terdesak harus lulus pas kuliah S1 di Depok dulu, berhubung waktu itu udah nyaris menghabiskan jatah kuliah 6 tahun hehe. Ada pengalaman pahit banget waktu pas tiba-tiba laptop murah merek Axioo yang gw pake buat nulis skripsi tiba-tiba ngadat. Ya maklum aja sih, selain laptop murah dengan spesifikasi alakadarnya, sebagai mahasiswa kere, gak ada budget juga buat beli OS Windows asli, apalagi beli anti-virus keren nan mumpuni. Jadi sebetulnya memang udah jadi resiko sih kalau tiba-tiba lapotop satu-satunya itu tiba-tiba ngadat.

Continue reading “ChaletOS: Solusi Kebuntuan Laptop Jadul Dari Ubuntu”

Kebon Benteng Cikalong Kulon

Saya punya cita-cita jadi petani. Awalnya saya cuma membayangkan bertani, tinggal di kaki gunung yang sejuk, hening, dan jauh dari hingar bingar kota adalah kemewahan paripurna. Lalu motivasi bertambah setelah lamat-lamat mengeja bioregionalisme. Memakan apa yang kita tanam dan menanam tidak lebih dari apa yang kita butuhkan adalah bagian dari kearifan pola hidup leluhur, dan penghormatan terhadap pola hidup berkelanjutan yang pernah ada dan diterapkan di sebuah wilayah adalah bagian dari penghayatan bioregionalisme. Saya belum bisa sampai pada level itu. Tapi merasakan pengalaman memakan apa yang terhampar di pekarangan rumah pernah saya rasakan saat tinggal di “Benteng” Pegadaian Cikalong Kulon, Cianjur tahun 1990-1995.

Continue reading “Kebon Benteng Cikalong Kulon”

Rasa Aman Semu Cikalong Kulon

Pagi hari di tahun 1994. Cikalong Kulon, Jawa Barat… Di kota kecamatan kecil ini, pagi tak hanya ditingkahi oleh kokok ayam jantan yang dengan pongah memecah kesunyian. Ada suara lain di sana yang membuat pagi terasa lebih khas. Kelelawar.

Suara berderit ribuan kelelawar yang bergerombol kembali ke sarang mereka di gedung tua bekas peninggalan Belanda yang kini beralih fungsi menjadi gudang penyimpan barang gadaian yang dikelola oleh Pegadaian, perusahaan jawatan milik negara. Jangan bayangkan gudang ini berisi emas atau barang elektronik mahal layaknya gudang-gudang rumah gadai di kota-kota besar. Lebih dari setengah ruangan gudang besar ini diisi oleh tumpukan kain yang digadaikan oleh warga. Agak tidak tega rasanya kalau aku sebut itu tumpukan kain rombeng. Tapi begitulah adanya. Dalam kondisi normal, kain butut yang warnanya sudah pudar ini harusnya bukan barang yang bisa diagunkan ke rumah gadai untuk memperoleh sedikit rupiah.

Continue reading “Rasa Aman Semu Cikalong Kulon”

Trump’s endorsement of Constitutional Amendment

Continue reading “Trump’s endorsement of Constitutional Amendment”